Nelwanews, Bukittinggi — Ratusan driver Maxim yang tergabung dalam Driver Maxim Bukittinggi Bersuara menggelar aksi damai di kantor operasional Maxim Bukittinggi, Kamis (24/9/2026).
Aksi yang berlangsung pukul 10.00–12.00 WIB itu dipicu kekecewaan driver terhadap sejumlah kebijakan perusahaan yang dinilai memicu ketimpangan dan berdampak pada pendapatan mereka.
Sebelum menuju kantor Maxim, massa berkumpul di Taman Makam Pahlawan (TMP) Bukittinggi. Mereka kemudian bergerak secara konvoi dengan membawa simbol solidaritas.
Ada enam tuntutan utama yang disampaikan driver, yakni penghapusan layanan Turbo, penghentian pendaftaran driver baru, serta penindakan terhadap penggunaan aplikasi pihak ketiga atau yang mereka sebut “Tuyul” karena dinilai mengganggu persaingan order.
Driver juga meminta penghapusan platform fee, penghentian pemotongan saldo ketika pelanggan membatalkan pesanan secara sepihak, serta transparansi terkait saldo driver yang disebut hilang tanpa sepengetahuan pemilik akun.
Selain itu, massa meminta penjelasan mengenai potongan 8 persen dan kejelasan terkait program asuransi YPSSI yang dijanjikan kepada driver Maxim.
Penanggung jawab aksi, Satria, mengatakan tuntutan tersebut merupakan hasil kesepakatan para driver dalam pertemuan malam sebelumnya. Ia menilai layanan Turbo telah menimbulkan kesenjangan di antara driver.
“Kami menolak layanan Turbo karena dinilai tidak adil bagi kesejahteraan driver. Kami juga meminta perusahaan menutup pendaftaran baru dan menindak tegas aplikasi Tuyul,” ujar Satria.
Aksi berlangsung kondusif dengan pengamanan dan koordinasi lapangan yang telah disiapkan panitia. Surat pemberitahuan aksi juga telah disampaikan kepada Polresta Bukittinggi.
Sementara itu, pihak Maxim Bukittinggi melalui pegawainya, Naser, menyatakan telah menerima seluruh tuntutan driver dan akan meneruskannya kepada pimpinan pusat.
“Poin-poin tuntutan kawan-kawan akan kami sampaikan terlebih dahulu. Jawaban dari atasan dijadwalkan pada Senin mendatang,” kata Naser.
Hingga aksi berakhir, belum ada keputusan terkait tuntutan tersebut. Driver menyatakan akan menunggu respons resmi perusahaan.
(Ilham Junaidi)



