BUKITTINGGI, Nelwanews.com — Kabut pekat menyelimuti sejumlah kawasan di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Minggu (4/10/2026) pagi.
Kondisi tersebut terlihat sekitar pukul 07.00 WIB, ketika jarak pandang di kawasan pusat kota tampak menurun.
Ikon 100 tahun jam gadang bersama jam gadang tampak samar di dalam kelamnya kabut hari ini, tersentak saat melihat foto jepretan ku pagi ini.
Ikon Kota Bukittinggi, Jam Gadang, yang biasanya terlihat jelas dari kawasan pusat kota, pagi itu tampak samar di balik lapisan kabut. Sejumlah bangunan, pepohonan, dan lanskap di sekitar kawasan Jam Gadang juga terlihat tertutup kabut sehingga pandangan ke objek yang berada lebih jauh menjadi terbatas.
Pantauan visual di kawasan Jam Gadang menunjukkan suasana pagi yang berbeda dari biasanya. Lapisan kabut berwarna putih keabu-abuan menyelimuti kawasan tersebut, sementara permukaan plaza terlihat basah.
Kondisi ini menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan dan pengendara kendaraan bermotor. Jarak pandang yang menurun berpotensi mengganggu kenyamanan maupun keselamatan perjalanan, khususnya pada ruas jalan yang memiliki lalu lintas cukup padat.
Meski demikian, penyebab pasti kabut pekat tersebut belum dapat dipastikan hanya berdasarkan pengamatan visual. Belum bisa disimpulkan apakah kondisi tersebut murni berkaitan dengan faktor cuaca dan kelembapan, fenomena kabut, atau terdapat faktor lain yang memengaruhi kualitas udara.
Karena itu, diperlukan data dan keterangan dari instansi terkait, terutama mengenai PM2.5, kualitas udara, kondisi meteorologis, serta jarak pandang aktual di wilayah Bukittinggi.
Jam Gadang yang selama ini menjadi penanda visual sekaligus ikon pariwisata Bukittinggi, Minggu pagi tampil berbeda. Menara jam bersejarah itu masih berdiri kokoh, tetapi sebagian lanskap di sekitarnya seolah menghilang di balik kepungan kabut.
Bagi pengendara, kondisi tersebut menjadi pengingat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan mengurangi kecepatan dan menjaga jarak aman antar kendaraan ketika jarak pandang terbatas.
Hingga berita ini ditulis, belum ada kesimpulan resmi mengenai penyebab kabut pekat yang menyelimuti Bukittinggi pagi ini. Informasi mengenai kualitas udara dan kondisi jarak pandang masih menunggu konfirmasi dari instansi berwenang.
(Ilham Junaidi)

