JAKARTA – Di tengah semarak perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia yang meriah dengan berbagai tradisi kebangsaan di penjuru tanah air, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pro Jurnalismedia Siber (PJS) hadir membawa refleksi mendalam bahwa kemerdekaan bukanlah sekadar seremoni tahunan. Kemerdekaan adalah sebuah amanah besar yang menuntut pengisian nyata melalui kompetensi, profesionalisme, dan integritas yang kokoh.
Semangat tersebut digaungkan secara resmi oleh jajaran pimpinan DPP PJS, Ketua Umum Mahmud Marhaba, Sekretaris Jenderal Rikky Permana, dan Bendahara Umum Sofyan Siahaan, melalui pesan kebangsaan yang mengusung tema besar “Kemerdekaan adalah Amanah, Pers adalah Tanggung Jawab”.
Memasuki era digitalisasi saat ini, medan perjuangan bangsa telah mengalami evolusi yang signifikan. Jika para pahlawan terdahulu merebut kedaulatan dengan bambu runcing melawan penjajah fisik, maka generasi muda dan insan pers hari ini berhadapan dengan bentuk kolonisasi modern. Tantangan kontemporer tersebut berupa arus disinformasi, algoritma yang mendikte perhatian, serta kompleksitas ruang siber. Oleh karena itu, kemerdekaan sejati menuntut kedaulatan berpikir serta literasi digital yang matang.

PJS memandang bahwa kebebasan pers tidak boleh dilepaskan dari koridor tanggung jawab moral dan etika. Prinsip “Merdeka dalam berkarya, kompeten dalam berjuang, berintegritas dalam menjaga pers” menjadi pedoman utama agar setiap karya jurnalistik mampu mencerdaskan kehidupan bangsa. Kebebasan tanpa diimbangi kompetensi hanya akan melahirkan informasi yang keliru, sementara kebebasan tanpa integritas pasti akan meruntuhkan kepercayaan publik terhadap media massa.
Pesan kebangsaan ini semakin menemukan momentumnya tatkala diselaraskan dengan suksesnya penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) III PJS di Jakarta pada 21–25 Juli 2026. Forum tertinggi organisasi ini bukan sekadar agenda rutin lima tahunan, melainkan titik tolak strategis bagi para wartawan siber untuk merapatkan barisan, meningkatkan profesionalisme melalui standar kompetensi, dan memperkuat langkah organisasi menuju konstituen Dewan Pers.
“Munas III telah menjadi titik awal. Perjuangan berikutnya adalah membuktikan,” tegas pimpinan DPP PJS, menyalakan asa bagi seluruh anggota di berbagai daerah untuk terus bergerak membangun ekosistem pers siber yang berkualitas, sehat, independen, dan tepercaya.
Pada akhirnya, di tengah riuh rendah perayaan kemerdekaan tahun ini, esensi perjuangan beralih ke ranah nyata dan digital. Tugas kita hari ini bukan lagi memanggul senjata, melainkan merawat kedaulatan bangsa melalui pena yang kritis, sajian data yang akurat, fakta yang objektif, serta tanggung jawab sosial yang tinggi.
“Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Merdeka! PJS Rumah Kita, PJS Pasti Bisa, Salam Kompeten.” (DPP PJS)



