Nelwanews,  PADANG — Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang yang mengguyur Kota Padang sejak Senin (3/8/2026) pagi menyebabkan bencana banjir yang merata di sejumlah wilayah.

Berdasarkan data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat, Kota Padang menjadi wilayah terdampak paling parah dengan sebaran banjir mencapai belasan titik kritis pemukiman dan fasilitas umum.

Meluapnya beberapa daerah aliran sungai (DAS) utama, seperti Batang Kuranji dan sungai di Lubuk Minturun, memicu genangan air berkisar antara 30 sentimeter hingga lebih dari 1 meter di kawasan pemukiman warga.

Titik Terdampak dan Warga Terjebak
Beberapa kecamatan dilaporkan mengalami dampak paling parah, meliputi Kecamatan Kuranji, Koto Tangah, Nanggalo, dan Pauh.

Kecamatan Kuranji: Di kawasan Lapau Munggu, Kampung Guo, dan Pasa Lalang, air bah masuk dengan cepat. Di Perumahan Wahana 2 Rimbo Tarok, puluhan rumah dan kendaraan terendam.
Diperkirakan kurang lebih 35 Kepala Keluarga (KK) sempat terjebak di dalam rumah mereka akibat akses jalan yang terputus total oleh arus air.

Kecamatan Koto Tangah: Debit air Sungai Batang Lubuk Minturun meningkat tajam. Genangan air tinggi juga memutus akses jalan di beberapa perumahan sekitar wilayah tersebut.

Fasilitas Publik dan Jalan Protokol Lumpuh
Banjir tidak hanya merendam pemukiman, tetapi juga melumpuhkan aktivitas penting di kota ini:

Kompleks Balai Kota Padang (Aie Pacah): Air setinggi 30 hingga 45 sentimeter merendam halaman serta jalan utama di depan Balai Kota, mengganggu aktivitas perkantoran dan membuat banyak kendaraan roda dua maupun roda empat mogok karena nekat menerobos genangan.
Fasilitas Kesehatan &

Pendidikan: Area Rumah Sakit Islam Siti Rahmah dan lingkungan Kampus Universitas Baiturrahmah di Jalan Bypass KM 15 turut terendam air setinggi paha orang dewasa. Aktivitas belajar-mengajar di beberapa sekolah di sekitar daerah luapan juga terpaksa dihentikan akibat siswa yang terjebak.

Upaya Evakuasi dan Penyelamatan
Hingga Senin sore, Tim Gabungan yang terdiri dari BPBD Kota Padang, Basarnas, Satpol PP, dan TNI/Polri terus bersiaga menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi warga yang terjebak.

Sekretaris BPBD Sumbar, Ilham Wahab, menyatakan fokus utama petugas saat ini murni untuk tindakan penyelamatan keselamatan jiwa. Belum ada laporan resmi mengenai total kerugian material maupun korban jiwa.

Laporan BMKG Sumbar

Penjelasan BMKG
Koordinator Data dan Informasi BMKG Minangkabau, Yudha Nugraha, menjelaskan bahwa hujan ekstrem ini dipicu oleh pola kumpulan awan yang memanjang di wilayah barat Sumatera akibat pertemuan massa udara.

Meskipun Agustus biasanya masuk dalam periode kemarau di wilayah Indonesia lain, Sumatera Barat memiliki karakteristik cuaca tersendiri yang membuat potensi hujan lebat tetap tinggi sepanjang tahun.
Masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai diimbau untuk segera mengungsi secara mandiri ke tempat aman, mengingat potensi hujan lebat diprediksi masih bertahan hingga tiga hari ke depan.