Nelwanews, Bukittinggi – Pemerintah Kota Bukittinggi memperkuat strategi untuk mendongkrak perekonomian daerah melalui penataan wajah kota dan pengamanan aset daerah.
Langkah tersebut dinilai sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing, pertumbuhan ekonomi, serta kualitas pelayanan publik.
Strategi itu disampaikan Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi, Rismal Hadi, dalam jumpa pers bersama insan pers di Aula Balai Kota Bukittinggi, Rabu (5/8/2026).
Rismal mengatakan sektor perdagangan, jasa, dan pariwisata merupakan tulang punggung perekonomian Bukittinggi. Karena itu, penataan kota terus dilakukan agar semakin bersih, nyaman, indah, dan menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Penataan kota bukan sekadar mempercantik tampilan. Ini merupakan investasi jangka panjang untuk menggerakkan perekonomian masyarakat,” ujar Rismal.
Menurutnya, semakin nyaman dan menarik sebuah kota, semakin besar peluang wisatawan datang. Dampaknya akan terasa pada meningkatnya aktivitas perdagangan, hunian hotel, serta perputaran ekonomi masyarakat.
“Semakin banyak orang berkunjung ke Bukittinggi, semakin banyak yang berbelanja, semakin banyak yang menginap. Pada akhirnya, roda ekonomi masyarakat akan bergerak. Karena itu, kota kita harus menarik, tertata, indah, dan estetik,” lanjutnya.
Berbagai program penataan dilakukan secara bertahap, di antaranya pembangunan pedestrian dan trotoar yang representatif, pembangunan serta perbaikan jalan, dan penataan jaringan kabel utilitas ke bawah tanah agar kawasan kota lebih rapi.
Pemko juga meningkatkan pencahayaan jalan, mengembangkan ruang terbuka hijau dan taman kota, serta menata kawasan perdagangan dan pedagang agar lebih tertib dan nyaman tanpa menghambat aktivitas ekonomi.
“Kami ingin menghadirkan Bukittinggi sebagai kota wisata yang modern tanpa meninggalkan identitasnya. Seluruh penataan dilakukan agar kota ini semakin estetik, aman, nyaman dan menjadi destinasi yang selalu ingin dikunjungi,” kata Rismal.
Pengamanan Aset Daerah
Selain penataan kota, Pemko Bukittinggi juga memprioritaskan pengamanan aset daerah sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan yang baik. Langkah ini dilakukan agar seluruh kekayaan daerah dapat dimanfaatkan secara optimal sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Seluruh aset daerah merupakan kekayaan masyarakat yang harus dijaga dan dikelola secara profesional. Karena itu kami terus melakukan inventarisasi, penataan administrasi serta pengamanan aset sesuai ketentuan,” tegas Rismal.
Pengamanan mencakup seluruh barang milik daerah, mulai dari tanah, bangunan, kendaraan dinas, hingga aset daerah lainnya. Pengelolaannya mengacu pada Permendagri Nomor 19 Tahun 2016 sebagaimana telah diubah dengan Permendagri Nomor 7 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah.
Rismal berharap penataan kota dan pengamanan aset dapat berjalan berkelanjutan dengan dukungan semua pihak. Dengan demikian, Bukittinggi semakin berkembang sebagai kota perdagangan, jasa, dan pariwisata yang nyaman serta tertib.
Melalui penataan kota yang berkelanjutan dan pengelolaan aset yang tertib serta akuntabel, Pemko optimistis Bukittinggi semakin berdaya saing sebagai destinasi wisata unggulan sekaligus mampu memberikan manfaat ekonomi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.



