Nelwa news, Padang- Bencana menerjang kota Padang dan sekitarnya Akhir November – Desember 2025 lalu, Bencana hidrometeorologi berskala masif yang dipicu hujan ekstrem terjadi mulai 21 November hingga awal Desember 2025.

Waktu Kejadian Puncaknya terjadi pada 24–25 November 2025, terampak di Kota Padang Wilayah seperti Batu Busuk (Kecamatan Pauh) diterjang banjir bandang, serta kawasan perumahan di Koto Tangah terendam banjir hebat.

Bencana ini mengakibatkan 8 warga Kota Padang meninggal dunia dan melumpuhkan berbagai akses transportasi utama, jalan, dan jembatan hingga irigasi.

Hanya berselang beberapa minggu dari bencana sebelumnya, hujan dengan intensitas ekstrem (>159 mm) kembali memicu banjir bandang susulan akibat hulu sungai yang sudah rusak.

 

Pemerintah kota Padang dan provinsi Sumatera Barat beserta masyarakat bangkit dan bersama sama membangun dan memperbaiki apa apa yang terdampak bencana.

 

Cuma yang jadi pertanyaan warga masyarakat sekarang ini, sudah kurang lebih tujuh bulan pasca bencana tersebut, untuk fasilitas air bersih dari PDAM masih belum selesai hingga sekarang.

 

Untuk wilayah kota Padang terutama daerah Gunung Pangilun, penulis menerima banyak laporan masyarakat terkait air PDAM masih keruh dan berbau, tidak layak konsumsi.

 

Hingga pada Kamis 9 juli 2026 penulis sempatkan melihat dan mengecek sendiri hasilnya, memang air terlihat keruh dan berbau tanah.

 

Warga masyarakat sangat mengeluhkan kondisi tersebut, dan berharap agar pihak PDAM segera mengatasi permasalahan tersebut, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap air, untuk kebutuhan sehari hari. (Yopi)